Bandingkan estimasi cicilan KPR dari bank konvensional & syariah sekaligus
Masukkan harga properti, uang muka, dan tenor — kalkulator ini menghitung estimasi cicilan bulanan dari 5 bank konvensional dan 4 bank syariah besar di Indonesia.
Lihat / ubah suku bunga per bank (indikatif — sesuaikan dengan promo terbaru)
| Bank | Jenis | Bunga/Margin Awal (%/th) | Masa Berlaku Awal (thn) | Est. Bunga/Margin Lanjutan (%/th) |
|---|
| Bank | Bunga / Margin Awal | Masa Berlaku Awal | Cicilan Periode Awal | Est. Cicilan Lanjutan |
|---|
KPR Konvensional
Menggunakan sistem bunga. Umumnya ada periode bunga fixed di awal, lalu berubah mengikuti bunga floating bank yang bisa naik-turun sesuai kondisi pasar (BI Rate, dsb).
KPR Syariah
Menggunakan sistem margin berdasarkan akad jual-beli (murabahah) atau kepemilikan bertahap (musyarakah mutanaqishah) — bebas dari unsur bunga/riba. Sebagian besar produk tetap punya skema margin promo di awal lalu margin lanjutan yang lebih tinggi, tapi secara akad ini bukan "bunga berbunga" seperti kredit konvensional.
Hal-hal yang perlu diperhatikan soal KPR
Fixed vs Floating
Bunga fixed berlaku tetap di periode awal (biasanya 1–5 tahun). Setelah itu, bunga berubah mengikuti suku bunga floating bank yang bisa lebih tinggi — siapkan anggaran untuk kenaikan cicilan ini.
DP Minimal
OJK menetapkan DP minimal 15% untuk KPR rumah pertama (kecuali program subsidi/FLPP yang bisa serendah 1%). DP lebih besar biasanya memberi bunga lebih kompetitif.
Biaya di Luar Cicilan
Siapkan dana tunai tambahan untuk biaya provisi, appraisal, notaris, BPHTB, dan asuransi — biasanya 5–10% dari harga properti, di luar simulasi cicilan ini.